Anti-inflamasi aktivitas jamur tiram dapat dimakan dimediasi melalui penghambatan NF-kB dan AP-1 sinyal
Jamur telah lama dikenal untuk penggunaannya dalam mendukung kekebalan tubuh. Studi ini menunjukkan manfaat lain yang bagus untuk jamur tiram.
ABSTRAK:
LATAR BELAKANG:
Jamur yang dikenal dengan baik untuk properti kuliner mereka serta untuk potensi mereka untuk meningkatkan respon kekebalan. Dalam
penelitian ini, kami mengevaluasi sifat anti-inflamasi dari jamur tiram
dapat dimakan (Pleurotus ostreatus) in vitro dan in vivo.
METODE:
RAW264.7
makrofag garis sel murine dan splenocytes murine diinkubasi dengan
konsentrat jamur tiram (OMC, 0-100 ug / ml) dalam ketiadaan atau
keberadaan lipopolisakarida (LPS) atau concanavalin A (Cona),
masing-masing. Proliferasi sel ditentukan dengan MTT assay. Ekspresi sitokin dan protein diukur dengan ELISA uji dan analisis Western blot, masing-masing. DNA-binding aktivitas diuji dengan analisis gel-shift. Peradangan pada tikus diinduksi dengan injeksi intraperitoneal LPS.
HASIL:
OMC ditekan LPS-induced sekresi tumor necrosis factor-alpha (TNF-a), interleukin-6 (IL-6), dan IL-12p40 dari RAW264.7 makrofag. OMC
menghambat LPS yang disebabkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan
oksida nitrat (NO) melalui peraturan-down dari ekspresi COX-2 dan iNOS,
masing-masing. OMC juga menghambat LPS-tergantung DNA-binding aktivitas AP-1 dan NF-kB di RAW264.7 sel. Oral OMC nyata menekan sekresi TNF-a dan IL-6 pada tikus ditantang dengan LPS in vivo. Anti-inflamasi
aktivitas OMC dikonfirmasi oleh penghambatan proliferasi dan sekresi
interferon-gamma (IFN-g), IL-2, dan IL-6 dari concanavalin A
(Cona)-dirangsang splenocytes mouse.
KESIMPULAN:
Studi
kami menunjukkan bahwa jamur tiram memiliki sifat anti-inflamasi
kegiatan dan dapat dianggap sebagai agen diet mencegah peradangan. Manfaat kesehatan dari jamur tiram menjamin studi lebih lanjut klinis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar